skip to content »

ingenerius.ru

Aku di gilir herder xxx

Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam milikku.

aku di gilir herder xxx-37

Harus kuakui memang, walaupun dia lebih pantas jadi bapakku, namun sebenarnya lelaki tua ini sering membuatku berdebar-debar juga kalau sedang mengajar.Terbayang olehku saat-saat aku dicumbui seperti itu oleh Aldy, entah sedang di mana dia sekarang. Jantungku berdegup kencang ketika tangan laki-laki itu meremas-remas gundukan daging kenyal yang ada di dadaku dengan gemas.Terasa benar, telapak tangannya yang kasap di permukaan buah dadaku, ditingkahi dengan jari-jarinya yang nakal mepermainkan puting susuku. Tangannya makin lama makin kasar bergerak di dadaku ke kanan dan ke kiri. Dengan memberanikan diri aku mengetuk pintu.“Masuk…! ”, Sebuah suara yang amat ditakutinya menyilakannya masuk.“Selamat siang pak! ”, tanyanya tanpa meninggalkan pekerjaan yang sedang dikerjakannya.“Saya Winda…! Belum sempat memijit Bel pintu sudah terbuka, Seraut wajah yang sudah mulai tua tetapi tetap segar muncul.“Ehh…! ”, sapa orang itu yang tak lain adalah pak Hr sendiri.“Permisi pak! ”, tanyaku berbasa-basi.“Ibu sedang pergi dengan anak-anak ke rumah neneknya! ”.“Iya benar pak.”“Saya tidak ada waktu, nanti hari Mminggu saja kamu datang ke rumah saya, ini kartu nama saya”, Katanya acuh tak acuh sambil menyerahkan kartu namanya.“Ada lagi? Rumah Pak Hr terletak di sebuah perumahan elite, di atas sebuah bukit, agak jauh dari rumah-rumah lainnya.Sungguh lihai laki-laki ini membangkitkan gairahku. aku yakin dengan nafsunya yang sebesar itu dia tentu sangat berpengalaman dalam hal ini, bahkan sangat mungkin sudah puluhan atau ratusan mahasiswi yang sudah digaulinya. Tiba-tiba Pak Hr melepaskan diri, lalu ia berdiri di depanku yang masih terduduk di tepi ranjang dengan bagian bawah perutnya persis berada di depan wajahku.

aku sudah tahu apa yang dia mau, namun tanpa sempat melakukannya sendiri, tangannya telah meraih kepalaku untuk dibawa mendekati kejantanannya yang aduh mak.., Sungguh besar itu.

Kesal sekali rasanya, sudah belajar sampai larut malam, sampai di sini harus kembali lagi hari Minggu, huh!

”, tanya pak Hr mengejutkan aku dari lamunannya.“Eh sudah pak! Belum habis bicaranya, Pak Hr sudah menuburuk tubuhku.“Pak…, apa-apaan ini?

Beberapa saat kemudian Pak Hr melepaskan diri, ia membaringkan aku di tempat tidur dan menyusul berbaring di sisiku, kaki kiriku diangkat disilangkan di pinggangnya. Ketika itu pula kepala penis Pak Hr yang besar itu menggesek clitoris di liang senggamaku hingga aku merintih kenikmatan.

Ia terus berusaha menekankan miliknya ke dalam milikku yang memang sudah sangat basah.

Setelah puas, dengan tidak sabaran tangannya mulai melucuti pakaian yang aku pakai satu demi satu hingga berceceran di lantai.